Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘analisis filsafat’ Kategori

1. Riff A. Michael, 1995, “ Kamus Ideologi Politik Modern “ , Yogyakarta: Pustaka Pelajar
2. Edkins, Lisa ed Jackson Stevi, Jones Jackie 1998, “ Contemporary Feminist Theories “, New York : New York University
3. Riant Nugroho, 2008, “Gender dan Strategi Pengaruh – Utamannya di Indonesia”, Yogjakarta : Pustaka Pelajar
4. Irianto Sulistyonowati, 2006 ,” Perempuan & Hukum, Menuju Hukum yang Berperspektif Kesetaraaan dan Keadilan “ Jakarta: Yayasan Obor
5. Abdullah Irwan, 2002 ,“ Seks, Gender & Reproduksi Kekuasaan “ Yogyakarta: Tarawang
6. Salyo Suwarni, 1984, “ Perjuangan Wanita Indonesia 10 Windu Setelah Kartini 1904-1984 “ Jakarta: Departemen Penerangan RI

Untuk mentranslate bahasa

1. Collinson Diane. 2001. “Lima Puluh Filsuf Dunia Yang Menggerakkan”. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
2. Bagus Lorenz, 2002. “Kamus Filsafat”. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
3. Ramly Muawiyah Andi. 2007. “Peta Pemikiran Karl Marx (Materialisme Dialektis Dan Materialisme Historis)”, Yogyakarta: LKiS
4. Marx Karl. 1962 “ A Contribution to The Critical Economy” termuat dalam Select Work. Vol. I. Moscow: Foreingn Languages Publishing House.
5. Engels Frederick, Marx Karl. 1947 “The German Ideology”. New York: New York Internasional Publisher.
6. Brewer Anthony. 1999. “Kajian Kritis Das Kapital Karl Marx”, Jakarta: Teplok Press.
7. Wolff Jonathan. 2004. “Mengapa Masih Relevan Membaca Marx Hari Ini?”. Ter. Yudhi Santosa. 2002 dari buku “Why Read Marx Today?”. Yogyakarta: Mata Angin.
8. Gorz Andre.2005. “Anarki Kapitalisme”, Yogyakarta: Resist Book.

Untuk mentranslate bahasa

Sumber Bacaan
Ahmad Tafsir, Filsafat Umum (cet. 13), Penerbit PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2004
Cyril Smith, Kritik Max terhadap Hegel, dalam http://www.marxists.org/ indonesia/ reference/smith/marx-hegel.htm, 1999, diakses 23 Maret 2008
Georg Wilhelm Friedrich Hegel, The Philosophy of History (Translator: J. Sibree, M.A.), Batoche Books: Kitchener Canada, 2001
Harun Hadiwiyono, Sari Sejarah Filsafat Barat 2 (cet. 21), Kanisius: Yogyakarta, 2005
Harry Hamersma, Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern, Jakarta: PT Gramedia bekerjasama LPPF STF Driyarkara, 1983
Llyod Spencer dan Andrzej Krauze, Hegel for Beginners, Published by Icon Books, dalam http://marxists.org, diakses 23 Maret 2008
Muhammad Al-Fayyadl, Derrida, Penerbit Lkis: Yogyakarta, 2005
Muhammad Mukhtasar Syamsuddin, Catatan Materi Kuliah Filsafat Sejarah, Fakultas Filsafat UGM: Yogyakarta, 2008
________ , Georg Wilhelm Friedrich Hegel, dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Georg_Wilhelm_Friedrich_Hegel, diakses 23 Maret 2008
________ , Georg Wilhelm Friedrich Hegel (substantive revision June 26, 2006), Stanford Encyclopedia of Philosophy dalam http://plato.stanford.edu/ entries/ hegel/, diakses 23 Maret 2008

Untuk mentranslate bahasa

[1] Macridis C. Roy, Brown E. Bernard, 1996, Perbandingan Politik; Edisi keenam, Jakarta; Erlangga, hlm 176

[2] http://www.ireyogya.org/ire.php?about=annu3.htm

[3] Rangkuman sila ke empat “Abstrak, Umum, Universal” dari buku Pancasila Sebagai ilmiah Populer, Prof. Notonagoro, mata kuliah Pancasila 1 Fakultas Filsafat UGM

Untuk mentranslate bahasa

Bagi kita mendefinisikan Tuhan yang menjadi misteri, tak kuasa manusia mampu mendefinisikan apa itu Tuhan. Acap kali yang terjadi adalah pertanyaan-pertanyan akan makna Tuhan itu yang menjadi rumit. Tapi sebenarnaya, kita dapat merasakan adanya Tuhan dengan common sense kita sebagai makhluk yang hina. Tak kala pentingnya penciptaan makhluk Tuhan, terdapat sudut integral antara makhluk [...]

Untuk mentranslate bahasa

Topik yang mengerucut dari permasalahan-permasalahan yang coba dibahas oleh Emha dalam bukunya secara khusus diambil dari serangkaian opini dimana filsuf atau Cak Nun itu menolak apabila buku tersebut membahas sebuah tema politik akan tetapi politik dalam tanda petik. Dalam buku titik Nadir Demokrasi, jika dipahamkan kepada pembaca memiliki suatu sisi lain dimana Emha atau [...]

Untuk mentranslate bahasa

1. Buku ini di terbitkan secara anonim beberapa waktu stelah Spinoza ( 1677 ). Namun selang setahun kemudian (1678 ) buku ini dilarang beredar dan di terbitkan lagi. Sumber karyanya di cari di dua tempat yakni (1) tradisi metafisika klasik “ yang banyak” dan “yang tunggal”, filsafat skolastik yahudi dan kristiani pada abad pertengahan; stoa menyamakan hukum alam dengan logos “Illahi”; neo-platonsme bahwa segala sesuatu berasal dari proses emanasi “yang esa”; geardano brunobahwa sifat-sifat illahi di temukan di alam. (2) Tradisi rasionalisme, terutama filsafat Descartes

2. Menurut Spinoza, Allah memp-unyai banyak sekali atribut, namun manusia hanya mampu memahami dua saja, yakni pemikiran dan keluasaan. Menurutnya “ Allah adalah pemikiran “ ( deis etres cogitans ) dan “ Allah adalah keluasaan “ ( dues est exstensa ). Pemikiran dan keluasaan, roh dan materi, adalah identik dengan substansinya. Keduanya pengejawantahan dari Allah yang satu dan sama.

3. Maka, dapat di mengerti mengapa Spinoza di tuduh ateis; Spinoza tidak mengakui Allah sebagai pencipta alam semesta, yang bisa ada dan berdiri di luar alam ciptaan-Nya. Lebuh tepatnya du sebut penganut panteisme-monistik. Sebab ia menyakini Allah dan alambersatu sedemikian rupa sehungga antara pencipta ( khalik ) dan ciptaan_nya ( mahluk) tudak mungkin dia adakan pemisahan sedikit pun. Allah identik dengan alam. Ajaran ini mengatakan segala sesuatu ( pan, yunani ) dan Allah ( theos, yunani ) merupakan kesatuian tunggal utuh ( monos )

4. Magnis Susezeno (13 tokoh Etika Yogyakarta, Kanisius hlm. 104 ) pandangan Spinoza ini mirip dengan Epikurianisme atau pandangan Epikuros ( 342-271 SM ) “ bahwa kenikmatan awal dan tujuan hidup yang bahagia” sama seperti Epikuranisme , Spinoza mengatakan bahwa yang baik adalah apa yang kita inginkan dan yang buruk apa yang tudak kita inginkan. Kita hendaknya menginginkan yang baik dan menghindari yang buruk. Menurut Spinoza emosi-emosi kuta terdeterminasi, termasu tentang penilaian yang baik dan yang buruk.

DAFTAR PUSTAKA
Tjahjadi, Simon Petrus L. Petualangan Intelektual, Pustaka Filsafat, Kanisius, Yogyakarta: 2004
Collinson, Diane. Lima Puluh Filusuf Dunia yang Menggerakan. PT. Raja Grafindo, Jakarta 2001

Untuk mentranslate bahasa

Daftar Pustaka

Bakker, Anton, Ontologi Metafisika Umum, Yogyakarta: Kanisius, 1992.

Bertens, K. Filsuf-filsuf Besar tentang Manusia, Jakarta: Gramedia, 1988.

——Filsafat Barat Abad XX, Jilid II, Jakarta: Gramedia, 1985.

Budi Hardiman, F. Filsafat Modern dari Machiavelli sampai Nietzsche, Jakarta: Gramedia, 2004.

Hamersma, Harry, Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, Jakarta: Gramedia, 1984.

Petrus L. Tjahjadi, Simon, Petualangan Intelektual, Yogyakarta: Kanisius, 2004.

Sidqi, Ahmad, Metafisika (Diktat Kuliah), Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, 2007.

Collinson, Dian, Lima Puluh Filsfuf Dunia yang Menggerakkan, Jakarta : RajaGrafindo, 2001.

Untuk mentranslate bahasa

DAFTAR PUSTAKA:

- Macridis C. Roy, Brown E. Bernard, 1996, Perbandingan Politik; Edisi keenam, Jakarta; Erlangga

- Riff A. Michael, 1995, Kamus Ideologi Politik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

- Jonathan Wolf, 2006, An Introduction To Political Philosophy :Revition Edition , USA; Oxford University Press

- http://www.historyguide.org

- http://www.ireyogya.org

- http://www.marxists.org

[1] Jonathan Wolf, 2006, An Introduction To Political Philosophy :Revition Edition , USA; Oxford University Press, page 8.

[2] http://www.marxists.org/reference/subject/philosophy/works/en/decive1.htm

[3] Ibid, page 9

[4] Ibid, page 11

[5] http://www.historyguide.org/intellect/godwin.html

[6] Lihat, Riff A. Michael, 1995, Kamus Ideologi Politik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hlm 2

[7] Macridis C. Roy, Brown E. Bernard, 1996, Perbandingan Politik; Edisi keenam, Jakarta; Erlangga, hlm 176

[8] http://www.ireyogya.org/ire.php?about=annu3.htm

[9] Ibid , hlm 82

[10] Ibid , hlm 87

[11] Ibid, hlm 91

[12] Ibid, hlm 93

Untuk mentranslate bahasa

Selama hampir 57 tahun sebagai bangsa merdeka kita dihadapkan pada panggung sejarah perpolitikan dan ketatanegaraan dengan dekorasi, setting, aktor, maupun cerita yang berbeda-beda. Setiap pentas sejarah cenderung bersifat ekslusif dan Steriotipe. Karena kekhasannya tersebut maka kepada setiap pentas sejarah yang terjadi dilekatkan suatu atribut demarkatif, seperti ORDE LAMA, ORDE BARU dan kini ORDE REFORMASI.
Karena [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »