mahasiswa

pemerintahan Kini, Esok??

Empat tahun pemerintahan SBY-JK adalah parade kebohongan publik dan kegagalan. Rakyat bukan disajikan kinerja yang memberikan dampak kemakmuran dan kesejahteraan melainkan dijejali dengan aneka kamuflase dan manipulasi-manipulasi. SBY memerintah republik tercinta ini dengan citra dan image bukan kinerja serta karya nyata. Khalayak disajikan dengan data-data yang seolah-olah menunjukkan bahwa angka kemiskianan dan pengangguran menurun, kesejahteraan rakyat meningkat. Dipaparkan bahwa pada tahun 2008 angka pengangguran (data BPS), sedangkan pengambilan data diambil pada waktu panen denga parameter pengangguran terbuka yang sangat longgar. Kenyataannya, rakyat tercekik dengan harga-harga kebutuhan pokok yang melambung, buruh-buruh di-PHK, pengangguran terbuka dengan semakin menganga. Pemerintah SBY-JK mengklaim bahwa pengangguran harga BBM yang tidak seberapa tersebut sebagai prestasi pemerintahannya. Padahal turunnya harga BBM adalah kemestian dan dampak dari tren global, menurunnya harga minyak dunia. Ini adalah sebuah asumi bahwa SBY sedang “nyari nama” lagi pada pemilu 2009. Sekali lagi, rakyat dibohongi. Bahkan penurunan harga minyak berjenis premium dan solar yang ditetapkan pemerintah tersebut belum menyentuh angka yang seharusnya. Pemerintahan SBY-JK masih tidak mau dan beritikad baik untuk membuka transparasi dalam penentuan harga bahan bakar minyak yang sebenarnya. Menghadapi ancaman krisis ekonomi global, alih-alih melakukan progresif untuk mengantisipasi dan melindungi republik, pemerintah justru berencana menambah hutang baru bagi bangsa Indonesia, yang bebannya akan dirasakan oleh anak cucu kita nantinya. Sumber daya alam yang melimpah-ruah tidak dieksplorasi oleh pihak asing dan dioptimalkan untuk kesejahteraan bangsa dan rakyat, tetapi justru diserahkan untuk dieksploitasi oleh pihak asing dengan bagi hasil bagi bangsa Indonesia, yang sangat minimal itupun dikorupsi oleh birokrasi Fakta-fakta tersebut semakin meyakinkan kita bahwa SBY-JK tidak memiliki visi dan misi kepedulian terhadap kedaulatan. Pemerintahan SBY-JK lebih mengedepankan kepentingan koorporat-koorporat global dan kaum kapitalis. Buruh-buruh dijadikan korban demi memuluskan kebijakan yang ramah investasi dan pemodal. Pemerintahan SBY-JK lebih layak dikatakan sebagai agen kepentingan asing dan bukan pemerintahan yang merakyat. Secara kasat mata nampak jelas bahwa PEMERINTAHAN SBY-JK TELAH GAGAL MENYEJAHTERAKAN RAKYAT

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s