mahasiswa

REVOLUSI PARADIGMATIK GERAKAN MAHASISWA

Pada level kenegaraan, gerakan mahasiswa telah memposisikan diri secara jelas, yaitu yang pertama sebagai social control, yang kedua sebagai pressure group dan yang ketiga adalah produser elemen civil society sejati. Social control dan pressure group merupakan bagian dari aktualisasi ide dan gagasan perubahan yang diusung gerakan mahasiswa. Dimana arah dan idealita dibenturkan dengan realitas kontemporer, maka dengan kekritisannya melahirkan gerakan perlawanan. Sedangkan posisi gerakan mahasiswa sebagai produser elemen civil society sejati merupakan kerja-kerja peradaban yang abadi, kerja kaderisasi, membentuk sebanyak mungkin pejuang se-ide,se-aliran untuk menguatkan perlawanan. Pada konteks ini gerakan mahasiswa adalah penyumbang masyarakat kelas menegah ke atas yang pada kenyataannya menjadi pejuang kelompok paling berpengaruh seluruh elemen masyarakat.

Peran mahasiswa di atas bisa tercapai apabila gerakan mahasiswa mampu melakukan dua hal di bawah ini. Yang pertama adalah mampu merumuskan visi dan misi kebangsaan yang universal. Visi universal ini akan menjadi elan vital gerakan bersama ini. Elan vital akan menjadi ruh gerak kita yang akan menuntun kita ke dalam jalan kebenaran. Yang kedua adalah mampu dalam mengkonsolidasikan secara masif gerakan mahasiswa bersifat prematur. Dari kedua hal tersebut akan tersingkronisasi antara jiwa gerakan mahasiswa yang murni dan civil society. Seperti kelompok-kelompok agama, buruh, tani, dll. Konsolidasi ini penting dilakukan mengingat kekuatan tirani adalah kekuatan besar yang bersimbiosis dengan kapitalisme global.

Lebih jauh lagi tentang refleksi kita adalah keserakahan kapitalisme global, kekejian neoliberalisme yang menggawangi Amerika dan negara-negara kaya Eropa yang ternyata berpengaruh sangat signifikan terhadap grand design bangsa kita. Keterjebakan keterjebakan Indonesia semakin lama, semakin diamini oleh elit kita, atau calon elit kita. Negara tidak memberi subsidi pendidikan, pemerintah hobi akan menjual asset negeri atas nama privatisasi dan investasi, kontrak-kontrak minyak dan energi antara Indonesia dan TNC/MNC penuh manipulasi, kebijakan moneter Indonesia di dikte dan dikebiri dengan dibuatnya modulnya oleh negara donor darah dan disiapkan orangnya oleh IMF. Produk regulasi dibuat atas request pemodal asing. Semuanya itu tidak lain dan tidak bukan adalah fenomena penghambat Indonesia pada kekuatan kapitalisme- neoliberalisme. Consensus Washington secara tidak langsung seperti buku pengolahan kebijakan di negeri ini. Posisi dan daya tawar negara menjadi sangat lemah di hadapan pemilik modal, di hadapan asing, di hadapan Amerika, Eropa, termasuk negara tetangga kita kita, Jepang dan Singapura.

Melihat arus yang begitu besar, tentu kita membutuhkan cara-cara yang tidak biasa, dan bukan cara yang reguler. Kita harus rethingiking, harus berani merevolusi paradigmatik terkait komitmennya pada kebenaran, pembelaan terhadap kaum lemah dan yang termarginalkan. Marilah kita merefleksikan diri kita dalam sebuah perjuangan terhadap bangsa Indonesia !! Revolusi Belum Selesai…..(Ir Soekarno)

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s