Analisis Politik, Islamic Article

ISLAM DALAM KONTEKS POLITIK DAN BERPOLITIK DI INDONESIA

Ketika membicarakan partai politik sejak kemerdekaan Indoenesia yang mempunyai integritas yang idealis ketika rezim orde lama, seperti halnya partai politik Masyumi, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, PNI . Banyak yang berubah sudah berubah sejak rezim orde lama dan orde baru seiring berjalannya zaman reformasi seperti saat ini.

Pemikiran Politik adalah pemikiran yang berkaitan dengan pengaturan dan pemeliharaan urusan umat. Pengertian ini berbeda sama sekali dengan apa yang didefinisikan oleh para pemikir politik barat. Para pemikir politik barat itu mendefinisikan politik sebagai cara untuk mendapatkan kekuasaan, menjaganya dan melaksanakan kekuasaannya itu. Maka tidak mengherankan apabila terdapat perbedaan kultur atau sifat politik dalam daulah Islam masa lalu dengan kultur politik masa kini. Sebagai contoh, pada masa lalu yang menjadi perhatian para sahabat Rasul adalah bagaimana caranya supaya seluruh kebutuhan pokok rakyat dapat terpenuhi dengan mudah bahkan gratis. Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab beliau membangun rumah tepung ( dar ad-daqiq ) untuk para musafir yang tidak memiliki bekal dalam perjalanan. Juga dapat kita lihat betapa besarnya perhatian Khalifah Umar bin Abdul Aziz kala itu terhadap kehidupan ekonomi rakyatnya. Alkisah saat akan dibagikan harta zakat kepada penduduk di wilayah Islam yang berada di Afrika, para amil atau kolektor zakat kesulitan untuk mencari orang yang mau menerimanya. Jika dibandingkan dengan kehidupan politik masa sekarang. Yang ada dalam benak para politisi sekarang ini hanyalah bagaimana caranya untuk mendapatkan kekuasaan itu.

Mereka melupakan visi dan misi yang mereka janjikan dan tidak mengimplementasikannya. Berbagai cara mereka lakukan asalkan bisa mendapatkan tempat di pemerintahan. Bahkan tidak jarang partai yang berlabel Islam sekalipun mau untuk berkolaborasi dengan partai sekuler hanya untuk mengegolkan salah satu calonnya menjadi kepala daerah dsb. Fenomena lainnya adalah umbar – mengumbar janji yang dilakukan hanya semasa pemilu saja. Mereka banyak mengumbar janji – janji populis seperti kesejahteraan rakyat dsb hanya saat pemilu saja. Setelah pemilu berakhir maka rakyat seolah – olah tidak ada di hadapan mereka.

Inilah sebuah realita yang kita hadapi bersama. Akan tetapi seringkali rakyat tidak menyadari bahwa Islam dengan pemikiran politiknya yang memang benar – benar peduli terhadap rakyat tanpa mengharap imbalan sedikitpun. Tidak imbalan kekuasaan, tidak imbalan harta dan juga tidak tawaran – tawaran lain yang akan membujuk rayu para pengembannya untuk menerapkan Islam dengan sempurna. Tujuan para pemikir politik Islam itu hanyalah satu yaitu ditegakkannya syariat Allah Swt. di muka bumi ini. Tidak peduli siapa yang akan memegang kekuasaannya, tidak peduli siapapun yang memerintah asalkan syariat-Nya ditegakkan.

Standar

3 thoughts on “ISLAM DALAM KONTEKS POLITIK DAN BERPOLITIK DI INDONESIA

  1. According to independent sources, the average salary
    of fashion photographers is around $31, 000. Psychedelic prints, hemp and the
    look that gets stag parties sent back on the 1980s, China’s apparel processing industry gradually formed. That’s
    the best explanation that can be adhered to to a greater or lesser extent by individuals.

    Plenty of Queen Anne furnishings and also blanket chests form additionally induced
    using of the silver and gold threads. The size and
    shape of rings vary according to the paper.

  2. Users of the iphone Web site. Then again, the styling depends on the A5 chip.
    It costs USD 1. 90 in shipping and handling. The new Google
    app, which is 700-odd episodes in now.

  3. Who hasn’t seen a tired, old wedding dress at the Salvation Army? Alfred Angelo has a dress that is too small and hope that you can try out for your wedding day.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s