analisis filsafat

Utilitarianisme Bentham

Utilitarianism is a Consequentialist theory of ethics. Consequentialist theories judge the rightness (or wrongness) of an action, by what occurs as a result of doing something.” Nature has placed mankind under two sovereign masters, pain and pleasure”. (Bentham J., Introduction to the Principles of Morals and Legislation)
Kata Kunci:
• Hedonistik Utilitarianisme: Tindakan adalah baik ketika diperbesar dengan jumlah kesenangan, dan penting untuk meminimalkan jumlah dari kesakitan.
• Tindakan Utilitarianisme: Memikirkan tentang bagaimana kita mengkhususkan tindakan, kontribusi yang kuat untuk mensejahterakan yang lainnya, atau kerugian kerugian untuk itu.
• Aturan Utilitarianisme: Hanya aturan-aturan hukum pelaksanaan/ tindakan yang mana akan menuju ke wujud yang baik dari mayoritas masyarakat.
• Tujuan Utilitarianisme: Memikirkan tentang bagaimana yang lainnya akan menyukai kami untuk bertindak ( mereka tidak akan menginginkan untuk menderita karena sesuatu yang kita kerjakan). Tegasnya jika mereka mengetahui tidak ada tentang tindakan kami (kaum utilitarian), atau pengalaman tidak akan menimbulkan efek yang sakit sebagai sebuah hasil dari mereka.
Bentam adalah seorang filsuf terkemuka, dengan filsafatnya yaitu utilitarianisme. Banyak yang mengakui bahwa Bentham adalah seorang pemimpin radikal filosofis. Ia mendasarkan “prinsip asosiasi” (association principle) dan “prinsipnya kebahagiaan terbesar” (greatest happiness principle). Ini adalah hal gagasan fundamental dari utilitarianisme, yaitu mengoreksi tindakan apa saja di dalam situasi yang mana akan membawa Dengan prinsip ini tujuan dia adalah melaporkan kejadian mental secara deterministik. Melalui prinsip ini doktrinnya sama artinya dengan teori modern, yaitu “teori yang dikondisikan”, yang didasarkan pada eksperimen psikologis, seperti yang dikemukakan oleh Pavlov.
Bagi Bentham determinasi psikologis adalah penting karena ia ingin menegakkan suatu peraturan hukum dan dia lebih umum, sebagai suatu sistem sosial yang secara otomatis menjadikan orang-orang bajik. Prinsip yang kedua ini kebahagiaan menjadi sangat penting dalam hal ini dalam rangka mendefinisikan “kebajikan”. Bentham tidak hanya berpandangan bahwa kebahagiaan pada umumnya, tetapi juga bahwa setiap individu senantiasa memburu apa yang menurut keyakinannya merupakan kebahagiaan sendiri.
Menurut Bentham kesenangan diasumsikan bahwa kesenangan yang besar yang jumlahnya paling banyak dengan sendirinya harus dikatakan bahwa orang tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak membawanya ketujuan tersebut. Dengan ini dapat dan bahkan harus dikatakan bahwa tindakan yang baik adalah tindakan yang mengarahkan orang kepada penambahan jumlah kesenangan.
Konsentrasi Bentham dalam teorinya adalah kepentingan umum, aka di samping itu penerapan teorinya adalah kepentingan umum, maka di samping factor-faktor yang baru disebut ia menambahkan faktor luasnya. Dan faktor ini adalah besar jumlah atau banyaknya orang yang mengalami kesenangan ataupun rasa sakit tersebut.
Bentham membicarakan kemungkinan yang digambarkan oleh Bentham dalam perspektif hukum: akibat dari keseluruhan fisik masyarakat bersama-sama mematuhi tugas hanya jika mereka tertarik. Dengan menmperluaskan sebuah pemahaman yang sempit dengan menyediakan gagasan beberapa orang tentang utilitarianisme:
1. Hukum akan menjadi tanda jika dan hanya mereka berkontribusi lebih untuk kebahagiaan manusia daripada bersaingan (atau memangkirkan dalam hukum) dalam hukum yang akan dilakukan. Lebih spesifik ini beranalogikan bahwa adanya kalkulusitas dalam hokum.
2. Hukum akan menjadi dipatuhi karena mereka hukum (dan akan tetap mematuhi karena tekanan dari hukum yang sifatnya memaksa), dan akan hanya menjadi ketidakpatuhan untuk menghindari becana permasalahan hukum.
3. Hukum akan menjadi dicabut dan diganti jika mereka gagal untuk melayani ketepatan fungsi dari utilitarian

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s