Analisis Politik

KORELASI ANTARA LIBERALISME DAN KAPITALISME

Liberalisme adalah sebuah doktrin politik yang berpendapat bahwa tujuan negara, sebagi asosiasi dari individu-individu yang independen, adalah memfasilitasi proyek (atau “kebahagiaan”) anggotanya. Negara tidak boleh memaksakan proyeknya sendiri. Seperti doktrin conservatism. Istilah Liberal pertama kali masuk ke khazanah politik Inggris, Spanyol, dan Prancis pada 1830-an, pada dekade di mana banyak istilah politik modern berkembang biak. Istilah ini mendeskiripsikan partai Whig lama yang akarnya telah ada sejak republikanisme klasik pada abad ke-17. Kelenturan ide politik ini dapat diilustrasikan dari pendapat Burke, pada tahun 1790-an (William Outhwaite, 2008: 456).

Liberalisme merupakan suatu ideologi pragmatis. Masyarakat Eropa pada saat itu secara garis besar terbagi atas dua, yakni kaum aristokrat dan para petani. Kaum aristokrat diperkenankan untuk memiliki tanah, golongan feodal ini pula yang menguasai proses politik dan ekonomi, sedangkan para petani berkedudukan sebagai penggarap tanah yang dimiliki oleh patronnya, yang harus membayar pajak dan menyumbangkan tenaga bagi sang patron. Bahkan di beberapa tempat di Eropa, para petani tidak diperkenankan pindah ke tempat lain yang dikehendaki tanpa persetujuan sang patron (bangsawan). Akibatnya, mereka tidak lebih sebagai milik pribadi sang patron. Sebaliknya, kesejahteraan para penggarap itu seharusnya ditanggung oleh sang patron.

Dengan masuknya liberalisme dan kapitalisme melahirkan sebuah paham baru, yaitu libertarianisme. Libertarianisme adalah  istilah yang menegaskan bahwa kebebasan individual adalah nilai politik utama dan bahwa  property privat adalah perlindungan institusional paling penting. Istilah ini dipakai di Amerika Serikat setelah presiden Franklin Delano Roosevelt (1933-1945), yang pendukungnya menggunakan nama  ”libertarianisme” untuk intervensionisme ekonomi dan politiknya (William Outhwaite, 2008: 456). Perkara pokok di dalam libertarianisme adalah pemilikan peribadi (self-ownership) ataupun kedaulatan individu. Menurut libertarian, seseorang itu berdaulat ke atas dirinya dan ini termasuk nyawa, kebebasan dan harta bendanya. Oleh demikian, kebebasan ditakrifkan sebagai satu keadaan yang bebas dalam perbuatan sementara tidak melakukan paksaan atau kekasaran terhadap nyawa, kebebasan dan harta benda orang lain. Prinsip ini dikenali sebagai prinsip ketiadaan paksaan (non-aggression principal)

Profesor Thomas Meyer menyatakan bahwa terdapat tiga kekuatan ideologi yang berpengaruh besar dalam pembentukan tatanan politik baik nasional ataupun internasional. Ketiga ideologi tersebut antara lain: fundamentalisme, libertarianisme dan demokrasi sosial (http://go-kerja.com/liberallisai-dalam-suatu-demokrasi-2/). Fundamentalisme adalah sebuah ide yang berangkat dari penggunaan keyakinan religius untuk menciptakan tujuan politik tertentu yang sifatnya tertutup secara politik, sosial dan ideologi. Biasanya sifatnya radikal dan seringkali menghalalkan penggunaan kekerasan. Bagaimanapun juga, fundamentalisme melekat dalam setiap peradaban manusia. Fundamentalisme ini dapat diredam melalui instrumen demokrasi yang menjamin partisipasi seluruh kelompok masyarakat. Berbeda dengan fundamentalisme, libertarianisme dan demokrasi sosial sama-sama berakar pada tradisi liberalisme.

Pasar bebas merupakan perwujudan dari sistem ekonomi yang menekankan pada kebebasan individu untuk menciptakan kekayaan. Bila diharuskan untuk menyebutkan kriteria public goods, maka libertarianisme hanya mengakui aspek-aspek yang berada di bawah kontrol pemerintah sebagai wujud public goods, yaitu pertahanan nasional, serta hukum dan perangkat regulasi yang berfungsi melindungi hak-hak asasi manusia. Ide libertarianisme ini ditolak oleh demokrasi sosial. Demokrasi sosial berpendapat bahwa perlindungan hak asasi manusia dan sistem demokrasi yang menjamin keterwakilan saja tidak cukup. Pasar yang bebas harus berada di bawah visible hand, yaitu kontrol pemerintah. Kontrol pemerintah ini diperlukan untuk menjamin adanya pemerataan distribusi kebutuhan manusia yang adil.

Filsuf Libertarianisme, Robert Nozick menyatakan dalam teori kepemilikan legal, yaitu: jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entitled) atas barang-barang yang sekarang ini dimilikinya, (their holdings), maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi  yang timbul oleh pemindahan secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil yang adil dengan sendirinya adalah adil (Will Kimlyca, 2004: 129).

.           Libertarianisme sangat antipati terhadap konsep power yang terkonsentrasi karena mengacu  pada  pernyataan  Lord  Acton bahwa .power tends to corrupt and absolute

power  corrupts  absolutely. Pembatasan kekuasaan negara ini juga ditujukan untuk perlindungan hak-hak individu dan warga negara dari tekanan represi pemerintah (http://www.fisip.ui.ac.id/pacivisui/repository/civic/civic2/5-Ida.pdf). Mengenai dasar filosofi pasar bebas, Boaz menyatakan bahwa untuk bertahan dan berkembang  individu  membutuhkan aktivitas ekonomi. Pasar bebas merupakan perwujudan  dari  sistem  ekonomi  yang menekankan  pada  kebebasan  individu untuk  menciptakan  kekayaan. Bila diharuskan untuk menyebutkan kriteria public goods, maka libertarianisme hanya mengakui  aspek-aspek  yang  berada  di bawah kontrol pemerintah sebagai wujud public  goods,  yaitu  pertahanan  nasional, serta hukum dan perangkat regulasi yang berfungsi melindungi hak-hak asasi manusia. Ide  libertarianisme  ini  ditolak  oleh demokrasi  sosial. Demokrasi  sosial berpendapat bahwa perlindungan hak asasi manusia  dan  sistem  demokrasi  yang menjamin keterwakilan saja tidak cukup.  Pasar yang tidak  terkontrol.  dikhawatirkan  justru hanya semakin memperkaya individu yang kaya, dan semakin memurukkan kalangan miskin

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s