Penghargaan Sahabat

ISYARAT MA’RIFAT !

Tribute To Raden Jantan Dan Gus Hilal

Pada tanggal 31 Januari 2012 yang bertepatan dengan Harla NU ke-86 dan nyaris diujung pergantian hari. Aku mendapatkan sebuah penghargaan menarik dari dua guru, teman, saudara, dan bahkan lebih pantas mereka diberi gelar guru, mereka adalah Raden Jantan Putra Bangsa dan Gus Muhammad Hilal. Hadiah tersebut adalah sebuah pigura antik yang memiliki makna filosofis. Berlambang bintang berwarna merah, dengan angka 9 berwarna putih, dan di bawahnya terdapat kibaran berwarna hijau bertuliskan ”Penghargaan Sahabat”. Hebatnya, gambar tersebut berlatarbelakang hitam.

Kesan pertama yang kutanggap dari gambar tersebut adalah bintang kejora ala ”sosialis”. Setelah dipertimbangkan lagi lebih mirip bintang ala ”anarkhis”. Kemudian pertanyaan demi pertanyaan muncul dibenakku, apa maksud dari Raden Jantan PB memberikanku sebuah pigura tsb? Memang pada latar belakangku adalah seorang Nahdliyyin, kaum bersarung dan berpeci hitam. Semenjak berkawan dan berguru dengannya, aku mendapat pengalaman baru dan membuka cakrawala mengenai ideologi. Tergabung dengan ideologi nasionalisme dan membahas ideologi ’kiri’, ideologi ’kanan’ adalah hal yang baru dan awam bagiku. Biasanya membuka kitab kuning, dan memutar-mutar tasbeh, kini di ajarkan politik dan menulis.

Memang setelah masuk Pascasarjana Filsafat UGM, pemikiranku mulai ke arah ’kanan’. Entah apa yang kujalani saat ini. Dalam hati berkata, apakah aku terlalu sering bergaul dengan orang-orang kanan? Tapi entahlah. Yang jelas, bagiku kini ideologi kanan sedang nge-trend.

Tepat dua hari (2/2/2012) setelah mendapatkan ”Penghargaan Sahabat”, aku diberikan lagi sebuah hadiah cantik dari dua orang guruku tersebut. Sebuah stiker yang bertuliskan ”Belok Kiri” lengkap dengan tanda panah ke kiri. Mungkin ini isyarat kedua untuk menuju jalan yang lurus. Semiotik dalam rambu lalu lintas yang berarti belok kiri itu jalan terus, jalan terus adalah Ihdina Sirotol Mustaqim. Malamnya akupun bermimpi didatangi seorang berjubah putih. Dia memberikan tongkat usang dan berkata, ”Singkirkan kerikil-kerikil tajam yang menghalangi jalanmu, tegakkan amar ma’ruf nahi munkar”. Ketika bangun subuh akupun kaget. Ada hal yang tidak bisa ditanggal oleh nalar. Ada perasaan yang membuatku gelisah, sampai saat ini aku belum menemukan jawaban. Yang bisa kulakukan, aku bersyukur dan beruntung mempunyai sobat, guru seperti Raden Jantan Putra Bangsa dan Gus Muhammad Hilal mereka sungguh revolusioner. Tuhan telah mengirim dua orang revolusioner untuk membimbingku.

 

Standar

4 thoughts on “ISYARAT MA’RIFAT !

  1. Terima kasih telah berkenan menerimanya dan memajangnya di padepokan (baca: blog). saya sangat terharu atas kerendahhatian Gus Sidqi yang selama ini sll mengajarkanku ajaran yang baru bagiku.
    Salam Gus…
    Singkirkan kerikil tajam itu,

  2. ziee_diq berkata:

    ketika qu baca kalimat,, ”singkirkan kerikil” tajam yg mnghalangi jalanmu, tegakkan amal ma’ruf nahi munkar”… mngkn ini suatu prtanda baik bwt mu & kbnykan orgpun brfikir sperti itu. cbalah konsultasikan kpd kyai/guru besar kepercayaanmu…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s