Islamic Article

Pengantar Tasawuf

Seminggu bercengkrama di depan komputer jinjing untuk menulis tasawuf, bukanlah hal yang mudah. . Lamanya proses bukanlah ditentukan oleh hasil yang komperhensif. Teringat wejangan Shaikh Hisam Kabbani ketika pada tahun 2008 lalu di Al Mughni Center, Tasawuf bukanlah untuk diteorikan, tetapi tasawuf sebagai pengamalan hidup manusia sesuai tuntunan dan cara hidup Rasulullah.

Prinsip-Prinsip hidup ala Rasulullah yang diajarkan tersebut sebagai modal menuju keridhaan Ilahi. Banyak yang diajarkan oleh Rasulullah yang diteruskan oleh kaum sufi. Kaum sufi semenjak zaman Rasulullah telah ada. Kaum sufi kala itu adalah orang yang ‘papa’, miskin, dan memiliki kekuarangan dalam fisik. Kaum sufi hidup sebagai pengabdi Allah dan membantu Rasul dengan cara membersihkan masjid, atau yang kita kenal sebagai ‘marbut’ (ta’mir masjid). Tak jarang sang sufi membantu Rasul menyiapkan kuda perang Rasul saat akan berperang (perang khandak).

Kaum sufi di zaman Rasul hidup penuh dengan ibadah. Saking miskinnya, kaum sufi tidur dengan bulu domba dan berpakaian domba. Untuk itu mereka dijuluki kaum suffah. Prinsip etika yang diajarkan Rasul itu dijadikan tindakan moralitas tertinggi. Mereka tidak menuntut keduniawian, mereka hanya memikirkan ilmu dan akhirat. Kedua hal itu yang mereka prioritaskan.

Diantara kaum sufi setelah zaman Rasululloh banyak yang menerapkan metode-metode yang terbilang khas. Seperti Syekh Abul Hasan As-Sadzily yang menjadi mursyid Thoriqoh Sadzaliyah yang mengajarkan prinsip ilmu dan adab. Syekh Abdus Saman yang mengajarkan totalitas hidup untuk akhirat melalui. Menurut Syekh Abdu Saman, hidup adalah kegelapan dan cara untuk menghadapi hidup dengan zuhud. Adapula Syekh Abdul Qodir Jailani yang mengajarkan ilmu dan amal. Ibnu Arobi dengan wahdatul wujud (amaliyah dan kealaman),dll

Kesemuanya tidak terlepas dari tuntunan Rasul untuk menjadikan umat Islam berilmu dan moralis. Penanaman tasawuf semenjak dini akan menjadikan benih-benih Islam yang toleran dan berakhlak mulia.

Standar

2 thoughts on “Pengantar Tasawuf

  1. mayapada berkata:

    mantab kang,ilmu itu harus diamalkan sebagai pengalaman spiritual pribadi,kata kanjrng sunan kali ditirakati,dipasani,dan ditapani.selamat satu proses kedepan telah berproses dan berjalan selamatr2……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s