Islamic Article

Pesan dari Syekh Dr. Abdallah Adhami Untuk Muslim Indonesia

Minggu yang lalu penulis berangkat ke Washington DC untuk menghadiri konferensi Internasional di Universitas Amerika. Amerika yang berideologi liberalisme ini ternyata Islam hidup secara pesat, khususnya di Washington DC. Pengalaman berharga ini tidak disia-siakan penulis. Tepat hari Jumat (11/01/12) penulis mengikuti sholat jumat di Masjid Al-Islam. Seorang Khotib dan Imam terkemuka dari Washington DC yang juga bergelar syekh mengisi khutbah sholat jumat ini. Syekh terkemuka itu bernama Syekh Dr. Abdalllah Adhami.

Beliau adalah keturunan Rasulullah dan beliau menempuh pendidikan S1 di Damascus University, S2 di Al Azhar dan S3 di Marocco University dengan konsentrasi Ulumu al Hadist (Ilmu Hadist).  Syekh Dr. Abdallah Adhami berprofesi sebagai penasihat Masjid Al Islam, pengkaji Islamic Center of Washington DC sekaligus pengurus Majelis Jamaat Al Qowwiy. Setelah sholat jumat, penulis memberanikan diri untuk menghampiri beliau. Saya memperkenalkan diri, bahwa saya adalah mahasiswa Indonesia yang sedang mengikuti konferensi dan riset di sini. Beliau begitu apresiatif sekali terlihat saya yang datang dari Indonesia.

Saya diajak beliau ke pusat kajian Islam, yakni  Islamic Center of Washington DC, di jalan Massachusetts Avenue. Gedung kajian yang megah dengan peninggalan Islam di Washington D.C. Sayapun bertanya kepada beliau; ” How many moslem in Washington DC? ” (berapa jumlah muslim di Washington DC?). Beliau menjawab;   “ In the archives there were 570 moslem, There are probably more, for no unsearchable administration religious at cards americans , this country liberal secularly “ (Di data sini ada 570 muslim, ada kemungkinan lebih sebab tidak mencantumkan administrasi keagamaan di kartu penduduk Amerika, ini negara liberal sekuler).

Perbincangan kami memanas ketika ditanya, ” what is your write for this conference” (apa yang anda tulis untuk konferensi ini?). Sayapun menjawab; “freedom of religion and belief discourse a plurality of Indonesian society” (kebebasan beragama dan mempercayai diskursus pluralitas masyarakat Indonesia).  Pembicaraan semakin hangat ketika disuguhkan secangkir cokelat panas disuhu yang dingin. Beliau menceritakan Islam di Amerika dan mengamati muslim di Indonesia, tanpa ditanya beliau menjabarkan; “Islam in America is minority , while in indonesia is a majority. WTC parcase defame of islam that behold.Iislam claimed as terrorist . whereas Islam himself is religion prosper , conciliatory all human beings . The Islamists in Indonesia is Islam the majority , but most of the conflict between religions . what is wrong with the face of Islam that like this ?” (Islam di Amerika, adalah minoritas, sedangkan di Indonesia adalah mayoritas. Kasus WTC mencemarkan nama baik Islam yang sesungguhnya. Islam diklaim sebagai teroris. Padahal Islam sendiri adalah agama yang mensejahterakan, mendamaikan semua manusia. Sedangkan Islam di Indonesia adalah Islam mayoritas, namun sering terjadi konflik antar agama. Apa yang salah dengan wajah Islam yang seperti ini?)

Sayapun dengan sigap melontarkan selanjutnya Pertanyaan selanjutkan; “ What should we do about this? “ (Apa yang harus kita perbuat). Beliau menjawab ” fix our morality , make us behave like behavior Mohammed SAW . creation and peaceful society as Medina al Munawwaroh (perbaiki moralitas kita, jadikan perilaku kita seperti perilaku Nabi Muhammad SAW. Dan ciptaan masyarakat yang damai seperti Madinah al Munawwaroh).

Begitulah pesan Syekh Dr. Abdallah Adhami untuk segenap muslim di Indonesia. Semoga tulisan ini dapat mendamaikan Indonesia dalam masyarakat yang multi kultur, multi agama, dan multi etnis.

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s