mahasiswa

PHILOSCOFFEE

Perantauan di kota gudeg memang sangat menyenangkan.  Tak terasa sudah cukup lama menetap di Jogjakarta. Ada hal yang menarik di kota pelajar yag diisi oleh mahasiswa rantau. Lahan yang ada di Jogja dibangun rumah kos untuk para mahasiswa. Tak jarang juga para usahawan menginvestasikan sahamnya untuk usaha mikro yang sudah menjamur, salah satunya adalah warung kopi.

Warung kopi bagi kalangan masyarakat tentu adalah sebuah hal yang lumrah. Namun bagi para mahasiswa ini menjadi tempat yang mengasyikkan. Entahlah mengapa warung kopi di jogja begitu menjamur hebat, bak virus yang menyebar ke dalam sel-sel DNA manusia. Untuk mengenal warung kopi, haruslah mengenal kopi sebagai landasan filosofisnya. Kopi adalah ciptaan Tuhan yang diberikan kepada mausia memiliki manfaat yang besar. Manfaat kopi menurut Harvard Women’s Health, konsumsi kopi beberapa cangkir sehari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit parkinson, kerusakan fungsi hati (sirosis), penyakit jantung serta menghambat penurunan daya kognitif otak (http://majalahkesehatan.com/manfaat-kopi-bagi-kesehatan/).

Secara ilmu kesehatan telah terbukti kopi bermanfaat, namu manfaat kopi bukan hanya segi kesehatan. Kopi memiliki nilai lebih dalam nilai-nilai kemanusiaan. Bagi penulis, kopi dapat membangkitkan konsentrasi, bagi aktivis, kopi dapat menjadi logistik diskusi, bagi para seniman, kopi adalah sumber inspirasi seni, bagi paranormal, kopi dapat menjadi media ’penerawangan batin’ atau bahkan sebagai sesajen makhluk halus.

Menariknya, kopi disajikan ketika masih panas. Ketika panas, dan diminum

sambil mencium aroma biji kopi yang khas, itulah yang menjadi kedahsyatan. Apalagi diminum bersama teman-teman pengopi di warung kopi, atau lebih akrab disebut dengan kafe.

Dilema Pengopi dan Warung Kopi

Jogja yang diisi mahasiswa menjadi basis konsumen kopi terbesar untuk warung kopi. Warung kopi tersebar di titik-titik kampus, UGM, UPN, UIN, Sanata Darma, Stikes, APMD, UII, dan herannya setiap 1 km bahkan kurang dari 1 km pasti ada warung kopi. Nah, bagi para penikmat kopi ini diberikan fasilitas-fasilitas dari warung kopi. Warung kopi yang menjajakan kopi ekslusif dengan fasilitas hotspot internet terbilang kalangan penikmat kopi elit yang diberikan fasilitas ekslusif, ditambah dengan kenyamanan tempat dan musik-musik. Harganya tentu mahal . Ada juga warung kopi yang menjajakan menu kopi yang murah meriah. Murah bukan berarti kopinya tidak enak, hanya saja pelayanannya tidak semewah warung kopi yang terbilang elitis.

Pengopi yang sekaligus mahasiswa biasanya menginginkan kopi yang kental nan enak namun harganya murah. Biasanya warung kopi yang seperti menjadi target ’operasi’ mahasiswa tak hanya berlebel mahasiswa. Warung kopi murah, nan enak menjadi tempat nongkrong para mahasiswa yang berlebel lebih. Seperti mahasiswa yang menjadi aktivis organisasi mahasiswa, gerakan mahasiswa yang senang berdiskusi sambil latihan orasi di warung kopi, ada juga seniman mahasiswa yang nongkrong membawa gitar dan alat usik lainnya sambil berdendang seperti konser di panggung, ada juga mahasiswa isomnia yang sibuk malam menghabiskan waktunya untuk bengong dan saat paginya tidur, ada juga mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah-pulang), ada juga mahasiswa ’galau’ yang putus asmara, berharap kekasih kembali atau menemukan kekasih barunya di warung kopi, ada juga mahasiswa penyendiri di warung kopi yang suka meratapi takdir dan penderitaannya.

Warung kopi menjadi wadah bagi mahasiswa dalam suka-dukanya kuliah di Jogja. Herannya, warung kopi mampu menampung aspirasi meraka. Bahkan mengalahkan gedung DPR-MPR yang tidak bisa menyalurkan aspirasi rakyat. Kesimpulan sementara, kopi mampu membangkitkan kreatifitas mahasiswa dan wadahnya adalah warung kopi yang mana telah berhasil merebut hati mahasiswa dan menjadi tempat episentrum bagi Jogjakarta.  Selamat minum kopi

Standar

7 thoughts on “PHILOSCOFFEE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s