analisis filsafat, Analisis Politik

Konstitusi Negara Modern : Supremasi Pengadilan, Hukum Perburuhan, dan Kontradiksi Legitimasi

Hukum, institusi resmi, dan kajian pengesahan adalah bagian dari proses, yang mana dominasi elit dan perjuangan kelas untuk mempertahankan hegemoni di dalam sebuah masyarakat dan mereka bertahan.. Hukum adalah sebuah produk dari kelompok dan perjuangan kelas, membantu konstitusi di dalam sistem politik. Karenanya hukum adalah sebuah kekuatan di antara ‘tekanan’ dan pembebasan di dalam arena kontes konflik sosial, untuk menaikkan atau melambatkan perubahan sosial.

Pengadilan memiliki fungsi yang mendasari sejarak Era Modern; (1) Mentransformasikan legitimasi kekayaan, itu menjadi tolak ukur dalam kapitalisme ekonomi modern (neoliberalisme); dan (2) mengatur konflik sosial dari kepastian formal, tetapi terbatas, diwakilkan dari kelompok yang dipilih, lebih mengutamakan sebelum  administrasi perundang-undangan di negara modern. Di  dalam proses ini memberikan menghasilkan dalam dua aturan yang menampakkan kontradiksi, hal ini memberikan contoh proses dinamis yang mana hukum konstitusi politik, ekonomi, dan perjuangan sosial.

Pengadilan mengatur  dalam hukum perburuhan, hak asasi sipil, dan pembebasan sipil sejak Era modern yang merefleksikan demokrasi elitis, teori politik yang menanamkan koorporasi kapitalisme modern. Teori ini diasumsikan bahwa konlik kepentingan antar kelompok , bukan pada konflik kelas sosial dan negara memiliki peran penting mengatur untuk bermain di dalam stabilitas dan managemen di dalam sistem politik ekonomi. Pertumbuhan, atau prioritas dari proses reporoduksi adalah persetujuan sebagai pembagian hasil sosial. Resolusi konflik dari legitimasi kepentingan adalah untuk menjadikan cabang  institusi negara dan pemecahan jika dimungkinkan dari administratif  atau makna yudisial.

Ideologi berfungsi sebagai hukum, lebih berpartikular pada konstitusi sebagai bentuk interpretasi dari supremasi hukum berkeadilan. Aturan-aturan dari konstitusi ideologi dideskripsikan sebagai “Semacam kisah keadilan yang berpihak pada borjuis”. Sejarah perjuangan politik dan ekonomi ini digolongkan dalam sebuah kajian tentang legalitas daripada moralitas, dan politik menjadi reduksi senjata dari pengacara dan hakim.

Hukum itu tidak menjadi ‘epipenomenal’, atau tidak dilakukan sebagai perkembangan yang mudah dan direspon langsung untuk melebihkan dan dibutuhkan dari dominasi kelas politik ekonomi. Terinovasi dan kerja kreatif dalam kritik tradisi dimulai dengan menolak penyederhanaan dugaan dari determinasi ekonomi.

Karena Kapitalisme adalah sistem yang mana terbangun dari fondasi yuridis hak kepilikan, diasumsikan bahwa itu dibutuhkan dan hasrat kapitalis dalam kepemilikan tersebut menjadi hal yang dikeramatkan dan kepemilikan privat ini memperluas ke dalam alam kenyataan intervensi sosial, yang mana dalam realitas ini adalah keseluruhan sejarah kapitalisme yang telah menjadi satu kemunduran, itu bukan perpanjangan dari hak kepemilikan.

Di dalam perangkat lain, proteksi konstitusi dan penegak yuridis secara keras dengan meneliti dengan cermat akan terlaksana apabila melaksanakan pembatasan dalam hak individual di dalam tiga area: (1) yang mana larangan spesifik dari konstitusi sebagai bagian dari “Bill of Right”; (2) Yang mana pembatasan legislasi adalah proses politik yang mampu keluar dengan harapan membawa gemuruh dari ketidakhasratan legislasi, dan (3) Status quo secara langsung di “ parkular religius atau nasional atau minoritas ras.

Supremasi Pengadilan dan Hukum Perburuhan

Pemerintah mengharapkan untuk menyediakan formulasi kepastian dari proteksi untuk buru, yang dikondisikan dari dua pertimbangan terbesar. Pertama, tindakan kolektif dari pekerja tidak akan disenangi dominasi negara. Kedua, negara memiliki akomodasi kebutuhan untuk memimpin sektoral koorporat kalitaslisme U.S. Dari sistem pluralisme industri akan membawa dampak keuntunga positif bagi pekerja , dalam kondisi, mengkontribuskikan produktivitas tertinggi dan efisiensi akumulasi modal.

Ringkasnya dari hukum perburuhan mengedepankan tentang aturan-aturan dari supremasi hukum di dalam mengontrol konflik dan melegitimasi kontrak sosial. Pertama, hukum perburuhan dalam pengadilan pekerja bertujuan untuk mengejar kepentingan mereka di dalam diri organisasi, formulasi instutusi ini hanya berlandaskan pada “legitimasi” dalam pencegahan konflik. Dalam percobaan untuk menginstitusikan konflik, aktivitas formal pekerja, menunjukkan solidaritas kelas, untuk menerangkan betapa kasarnya hukum utnuk buruh. Kedua, hukum perburuhan diantara membolehkan dan membatasi partisipasi pekerja di dalam tempat ia bekerja. Legitimasi dari partisipasi pekerja adalah pengakuan tetapi cenderung menjadi pembatas perhatian pasar, mengutamakan kompensasi dan kondisi berkerja. Ketiga, hukum perburuhan di dalam jarak antara persatuan antara institusi dan beranggotakan individual pekerja.

Tumbuhnya organisasi buruh berfungsi dan memiliki peran penting terhadap tekanan, yang merubah kedewasaan, yang timbul untuk memproteksi gerakan buruh untuk pengadilan dalam kemajuan kolektif dan administrasi resolusi kedamaian dari perslisihan. Pengadilan secara  jelas akan mendukung tindakan afirmatif dalam program hanya di bawah dua kondisi: (1) Jika ada kongres negara mengakui, apa yang dibutuhkan dalam perbaikan dalam tindakan; (2) jika individu bisa mengklaim langsung bila adanya viktimisasi terhadap dirinya dari diskriminasi hak; (3) Program kesukarelaan, hak individu, dan batasan persetujuan.

Jadi, hukum adalah instumen kebutuhan pokok dari kontrak sosial. Tak seorangpun bisa bertahan tanpanya. Tetapi, kasus apa yang terjadi, di dalam konflik hukum, dan kenistaan hasrat tanpa memandang kontrak sosial, sebagai perubahan kontrak tersebut dalam naungan payung hukum.

Standar

2 thoughts on “Konstitusi Negara Modern : Supremasi Pengadilan, Hukum Perburuhan, dan Kontradiksi Legitimasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s