analisis filsafat, Islamic Article

Catatan Tambahan Untuk “On Being Secular Muslim”

Beberapa analisis kolektif dari refleksi ruang pemikiran Cak Nur menjadi perspektif pendekatan filsafati berbagai ranah dari pencerapan sense yang coba diuraikan melalui pendekatan etis dari beberapa karya si penulis. Melalui pendekatan metodologi Emilio Betti mencoba merelasikan antara kesadaran prareflektif menuju kesadaran reflektif dari tema-tema khususnya moralitas kemanusiaan kontemporer yang tentunya sangat diharapkan dapat memanifestasiakan pikiran yang terdapat dalam teks dalam buku-buku Cak Nur  sebagai bentuk penyatuan momen pikiran dan fisik. Dalam kancah etikawan Cak Nur terlihat konsisten dalam setiap karya-karyanya, dalam pangkal epistemologinya penulis memiliki ciri khas tersendiri dengan pisau analisisnya yang terkadang dalam proses kontemplatif dapat menorehkan proses evaluasi moralitas bangsa yang pada catatan ini terlihat relasi transendensi.

Sederajat dengan proses interaksi historisasi manusia terkadang menyentuh bilik-bilik keteladanan yang secara implisit coba dipaparkan secara filologis terdapat peristiwa monumental kharakter manusia dalam tokoh pewayangan yang direlasikan dengan moment realita saat ini, umumnya memang secara empirik kausalitas yang terjadi aktual ini memang bermula dari pemahaman moral yang agak luntur, penyakit mengambil yang menjadi hak orang banyak, profesionalisme yang perlu dipertanyakan, serta apatisme yang terjadi secara runtut menurunkan neraca derajat dan kualitas bangsa. Cakrawala penulis seolah melebur dengan konsepsi kegelisahan sosial dengan menganalisis ulang civilisasi manusia khususnya di negri kita Indonesia yang mulai menunjukkan tanda- tanda ketidaksiapan mental dalam derasnya arus globalisasi dalam hal ini khususnya moralitas politik dari para politisi masyarakat hal inilah coba ditangkap dari momen kritis. Hubungan dari memahami historikal sebuah bangsa seharusnya mengantarkan pada proses pembelajaran hal ini tidak sesuai dengan presentasi yang dilakukan sebuah bangsa seperti Indonesia kini.

Kesulitan yang tampak dalam mempertanyakan persoalan-persoalan serius yang dihadapi bangsa ini yang secara eksplisit mengintervensi nasib seluruh rakyat yang  bersangkutan dan yang jelas juga relasi antara mentalitas dan moralitas yang terdapat didalamya, seperti pernyataan jenis interpretasi reproduktif Cak Nur. Demikianlah seolah imbas dan efektifikasi pengkharakteran bangsa melaui pisau etika, agama, seni, budaya selalu nampak sebagai kekuatan untuk menguak lebih komprehensif problematika yang disinggung dalam buku ini tersebut. Sepenggal memaknai atau mengkanalisasikan gerakan penyadaran akan esensi indahnya kembali kepada via-transenden tidak harus melalui proses jera, karena sebelum terlanjur lebih jauh alangkah lebih baik memprioritaskan keharmonisan kosmos dengan meminimalisir hal–hal yang ditentang kosmos. Hal inilah yang sekiranya ditangkap dari penciptaan kembali dalam mengungkap pesan Cak Nur dari telaah dimensi Betti.

Secara ontologis manusia sebagai pelaku historis tentunya berhubungan secara kontinyu dikontradiksikan tidak melulu sebagai makhluk di dalam entitas waktu akan tetapi diwujudkan sebagai  relasi antara interaksi yang secara de-facto dapat ada tanpa menjadi bagian waktu, melainkan seabagai relasi universal tentang struktur historisasi. Kegiatan berpikir dan menganalisa ketidakwajaran yang terjadi harusnya menjadi kerangka sampling yang harus segera dievakuasi secara detil, ini menjadi ruang yang melintasi batas yang terkadang juga terjebak pada kesepakatan kolektif yang semu atau bisa dikatakan kurang bijak.

Untuk Sahabatku Imam Wahyuddin

Standar

4 thoughts on “Catatan Tambahan Untuk “On Being Secular Muslim”

  1. razes attarisi hasibuan berkata:

    lumayan menarik wacana ini…..sungguh tidak akan pernah habis perbincangan tentang secular…kadang sarjana muslim kurang memahami permasalahn yang ada, sehingga tidak paham dengan persoalan yang ada…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s