Analisis Politik, Islamic Article

MENTRADISIKAN SUNNI “KIRI” INDONESIA

Membicarakan Sunni (Ahlussunnah wal Jamaah) adalah sebuah ajaran Nabi Muhammad  yang diteruskan oleh para ahli fuqoha (ahli fiqih) dengan merujuk pada tatacara ibadah Rasul. Pada tulisan ini penulis mencoba membongkar esensi-esensi ajaran Rasul dalam muammalah-nya (bersosial). Dalam sejarah mengungkapkan bahwa Islam ada bukan hanya perihal peribadatan. Secara empirik, Rasul melihat Makkah dipenuhi kaum kapitalis, seperti Abu Sufyan yang menjadikan umrah dan haji ke Ka’bah. Ka’bah menjadi komoditas yang terpenting. Sistem kapitalisme yang bergejolak di alam Makkah membuat jengah Nabi Muhammad.  Kejengahan Nabi Muhammad ditambah dengan adanya mengkapitalkan berhala-berhala kepada saudagar-saudagar (kabilah). Sistem pemerintahan yang bobrok tersebut, Nabi Muhammad merasa perlu adanya revolusi. Bukan hanya revolusi spiritual, namun juga revolusi  sosial.

Fathul Makkah yang berterminologi kemenangan Makkah. Kemenangan makkah dalam arti lain juga revolusi sosial yang terjadi di tanah Makkah. Kemenangan rakyat ini sebagai contoh sejarah yang kongkrit untuk berrevolusi di kalangan Islamis. Dalam hal ajaran Islam banyak dituangkan dalam perintah untuk bersosial. Terutama terhadap kesenjangan sosial.  Ajaran anti kapitalisme sudah tertanam dalam rahim Islam. Allah SWT secara terang-terangan melarang hambanya untuk mengeksploitasi, memonopoli (ihtikăr) yang termaktub dalam Q.S 17: 6-8, Q.S 7: 31, dan masih banyak lagi ayat yang lannya.
Agama Islam sendiri justru mengajarkan prinsip keadilan (Q.S 7: 29) dan membela yang kaum lemah (Q.S 17:16), dan masih banyak ayat yang menjabarkan tentang perintah menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Karena pada dasarnya dalil ini ada untuk kesejahteraan Amat. Seperti halnya dalam potongan ayat Al Qur’an yang berbunyi: Udkhulu fi salmi kaffah (masuklah dalam kesejahteran yang menyeluruh). Di dalam kesejahteraan menyeluruh ini dimaksudkan memiliki aspek teologis dan humanis.

Mengkritisi ke-Indonesiaan 

Sejarah kelam bangsa Indonesia yang dihadapkan dengan imperialisme telah membuka luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Banyak sarjanawan muslim dunia yang mengkaji tentang kolonialisme di negara-negara jajahan. Sebut saja Hassan Hanafi yang telah menuangkan karyanya yang berjudul al Yamin wa al Yasâr Fi al Fikr al Dîni (Ideologi Kanan dan Ideologi Kanan di dalam Pemikiran Agama). Ketidak sesuaian ajaran Islam terhadap kapitalisme ditinjau lebih kongkret pada tatanan kelas-kelas sosial. Tatanan ini dapat memarjinalkan umat muslim yang miskin dan memiskin kan muslim yang minkin (fuqoro wa al masâkin). Memang Hanafi terpengaruh pada pemikiran Karl marx, namun beliau memberikan jalan tengah dengan menemukan nilai-nilai-nilai melalui spirit ke-Islaman.

Tokoh revolusi Indonesia, sekaligus muslim nasionalis Cokroaminoto juga menuangkan pola pikirnya yang berjudul “Islam dan Sosialisme”. Buku yang ditulis Cokro amat membakar semangat umat muslim Indonesia untuk berjuang melawan penjajahan. Cokro menilai bahwa kapitalisme itu adalah sistem riba terbesar. Sedangkan Imperialisme adalah sebuah sistem kapitalisme yang menggunakan tindakan kekerasan. Pada awalnya para kolonialis bertujuan berdagang, namun perdagangan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan hukum perdagangan Islam (tijaroh) yakni pemaksaan (ekspolitasi). Hal inilah yang membuat Cokro berapi-api menyuarakan jihad melawan para kolonialis.

Tokoh kedua yang menyeruakan api perlawanan kepada para imperialisme adalah Haji Misbach. Haji Misbach adalah seorang figur Kiayi di daerah Surakarta yang ikut serta dalam kancah perpolitikan. Dengan kendaraan politiknya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Haji Misbach mengatakan dalam dakwah hariannya, bahwa tidak akan sempurna iman muslim bila tidak menyelamatkan muslim lain dari kemiskinan. Dengan demikian Haji Misbach mampu menyulut pemberontakan terhadap imperialis. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, masih adakah muslim revolusioner di jagat nusantara ini?

Penulis: PCNU Jakarta Selatan. Santri “Kiri”

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s