analisis filsafat, Analisis Politik

Catatan Kegelisahan Filsuf Politik: Hobbes, Locke, Rawls

Hobbes

Hobbes beranggapan keadaan alamiah manusia itu adalah keadaan yang didalamnya selalu ada    konflik yang terus-menerus, persaingan yang brutal dalam meraih kekuasaan dan kedudukan.         Hobbes membedakan antara hak alamiah manusia, atau kebebasan untuk melakukan apa saja yang disenanginya, dan hukum alam, atau tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari kehancuran diri ( self-destruction). Ia menganggap hukum alam sebagai seperangkat pembatasan yang diletakan pada hak alamiahnya untuk kepentingan dirinya sendiri. Hobbes juga mengatakan, sumber terpenting sebuah negara  adalah, kehendak individu yang mengadakan persetujuan dengan orang lain. hobbes merangkum otoritas yang tak terbatas yang dimiliki penguasa dalam paragraph berikut :

Kekuasaannya tidak bisa dipindahkan kepada orang lain tanpa persetujuannya. Ia tidak bisa kehilangan kekuasaannya. Ia tidak bisa dituduh melakukan penganiayaan oleh bawahan-bawahannya. Ia tidak bisa dijatuhi hukuman oleh mereka. Ia orang yang memutuskan apa yang harus dilakukan untuk perdamaian dan hakim doktrin. Ia adalah satu-satunya legislator dan hakim perselisihan yang tertinggi, dan hakim pada masa perang dan damai.

Hobbes menghapuskan semua pembatasan dengan memberikan pernyataan yang mengenai kedaulatan yang “genuine” yang dikenal dalam pemikiran politik.

John Locke

Sebagaimana pendahulunya Hobbes, Locke menyadarkan kewajuban politik pada kontrak sosial. Ia memulai risalahnya tentang filsafat politik dengan menempatkan keadaal alamiah asli yang ia sebut sebagai komunitas umat manusia alamiah besar. Kondisi yang ia gambarkan ini, adalah kondisi hidup bersama dibawah bimbingan akal tetapi tanpa otoritas politik.deskripsi Locke tentang perjanjian sosial menunjukan bahwa ia tidak bermaksud menyerahkan kekuasaan yang mutlak dan arbitrer di tengah pemerintahan sebagai mana Hobbes. Tujuannya adalah menjustifikasi kekuasaan yang terbatas di bawah pemerintahan yang memperoleh otoritasnya dari orang-orang dan menjalankan kekuasaan yang dipercayakan  kepadanya demi keuntungan dan kesejahteraan mereka.

 

John Rawls

John Rawls mengaikan gagasan keadilan dengan gagasan tentang pembagian barang sosial secara sama, namun ia juga menambahkan selipan penting. Kita memperlakukan orang secara sama dengan tidak menghapuskan semua ketimpangan, tetapi hanya ketimpangan-ketimpangan yang tidak menguntungkan seseorang. Teori keadilan rawls adalah tentang keadilan konstitusi. Prinsip keadilan rawls :

  • Prinsip pertama : tiap-tiap orang mempunyai hakyang sama atas keseluruhan sistem yang paling luas dari kebebasan-kebebasan dasar yang sesuai dengan sistem kebebasan serupa bagi semua orang.
  • Prinsip kedua  : ketimpangan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga keduanya :

a)      Memberikan keuntungan terbesar untuk yang paling tidak diuntungkan, dan

b)      Membuka posisi-posisi jabatan bagi semua di bawah kondisi-kondisi persamaan kesempatan yang fair

  • Aturan prioritas pertama (prioritas kebebasan) : prinsip-prinsip keadilan diurutkan dalam tertib leksikal dank arena itu kebebasan hanya dapat dibatasi demi kebebasan itu sendiri. Aturan prioritas kedua : prinsip keadilan yang kedua secara leksikal lebih penting dari prinsip efisiensi dan prinsip memaksimalkan jumlah total keuntungan-keuntungan; dan kesempatan yang fair lebih penting dari prinsip perbedaan.
Standar

One thought on “Catatan Kegelisahan Filsuf Politik: Hobbes, Locke, Rawls

  1. ierwa ciężkie wzrok. – Mówiłeś trochę? Robbin – spytał nerwowo.
    Nieosiągalne,
    by garść wiedział, pomyślał. Natomiast z jakiej przyczyny zameldował guzik z pętelką to?

    Czyżby? Arnold nie miał złych inicjatywy. Po pro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s