Analisis Politik

Resonansi Sebuah Bangsa

Gambar Sejarah bangsa kita tercatat ketika tahun 1850. Kala ini  Dr. Wahidin Sudirohusodo, Sutomo masih mencari identitas bangsa .Pada tahun 1850, oleh antropolog dari Skotlandia melihat Indonesia sebagai pulau-pulau . Tetapi belum menempatkan nama Indonesia sebagai bangsa.

Mula-mula, secara pribadi oleh Dr.Wahidin sudirohusodo, melakukan program pendidikan. Ia bergerak mencari donator kepada orang-orang yang kaya dengan tujuan donasi untuk pendidikan bangsa Indonesia. Pendidikan yang dimaksud hanya membaca, menulis dan menghitung.

Nama Indonesia pertama kali disebut di Belanda, yaitu Ki Hajar Dewantoro.  Indische Vrenecking, kemudian diubah menjadi Indonesech Vrenecking. Tahun 1926, di bawah Bendera Revolusi, Nasionalisme, Islam, dan marxisme –Persatuan Indonesia- dengan budaya gotong-royong. ketika itu tidak memikirkan ideology, nasionalis, marxis,islamis. Dikala tujuan utamanya adalah perlawanan terhadap kolonialisme. Dahulu suku di namakan adalah bangsa, bangsa betawi, aceh, jawa, dll. Terangkum dalam Bhineka Tunggal Ika.

Sila Pancasila

Demokrasi tidak akan dapat dicapai dengan mufakat. Esensinya adalah menyatu (persatuan). Universalisme, internasionalisme, harus bersatu, demokrasi hak tiap rakyat. Esensi dari pikiran Bung Karno adalah mencari persatuan.

Sila keempat: musyawarah mufakat. Secara moral kita punya jaminan moral. Esensi organisasi kita adalah kesejahteraan. Oleh BPUPKI diubah menjadi keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua pekerjaan mempunyai tujuan untuk menjadi sejahtera.

Semua ini tidak mempunyai makna kecuali Tuhan mengijinkan, utk itu ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa. Takwa berarti harus tunduk kepada aturan. Maka Pancasila Bung Karnu: Persatuan Indonesia, Internasionalisme, Demokrasi, Kesejahteraan, Ketakwaan.

Karakter paling esensial adalah Persatuan. Persatuan bangsa-bangsa, persatuan. Untuk itu Tuhan ditempatkan di atas, Kemanusiaan, Persatuan Indonesia, Kerakyatan, Kesejahteraan. Rumusan Bung Karno dengan panitia Sembilan secara esensial tidak berbeda. Tapi ada anggapan bahwa rumusan BK berbeda dengan panitia Sembilan.

Pada tahun 1948 muncul deklarasi kebangsaan, sumpah pemuda adalah momen yang penting bagi bangsa Indonesia.

Mengapa itu?

Itu dilahirkan karena sebagian besar bangsa Indonesia buta huruf akhirnya bisa melahirkan pemikiran satu perasaan dan satu pemikiran. Sehingga muncul pemikiran untuk menjadi bersatu.

Akhirnya muncul bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Seperti orang Suriname tidak bisa bahasa Jawa halus, jg tidak bisa bahasa Indonesia.

Sampai sekarang saya tidak mempunyai dokumen, tapi saya menduga karena rasa bahasa kita. Tidak mungkin kita bisa menyatukan bahasa kecuali dengan bahasa melayu. Walaupun orang terpencil, minimal sedikit tahu.

Bung Karno memberikan pengajaran pada kita sejak tahun tahun 1928 kita sudah mempunyai bangsa. Kita dikagumi karena kita punya bangsa sebelum punya Negara. Kita menemukan bangsa dalam tahun 1928 (Sumpah Pemuda). Kemudian titik puncak tahun 1945.

Kesadaran kita mengenai kedaulatan ekonomi. Anda bekerja berapa jam? Mendapatkan apa? (marx) Harus menguasai alat produksi!!!

Kita menyebut demokrasi politik dan demokrasi ekonomi sekarang menjadi demokrasi sosial. Seharusnya yang menyebarkan demokrasi sosial adalah wakil rakyat. Yang harus dilakukan adalah penyadaran kembali, melalui rumusan gotong-royong.

Kita harus berani merasakan betapa miskinnya kita. Kita harus berdiskusi untuk memberikan jaminan makan. Pesan Bung Karno,  banyak orang merasa bahwa kita merasa sudah tidak terjajah lagi. Penjajahan betrubah bentuk. Yang diistilahkan Bung Karno tahun 33 “Indonesia Menggugat”. Buku itu menghasilkan disertai orang Inggris hanya untuk membuktikan betapa Soekarno cermat dan tepat untuk mengetahui pemikiran Soekarno.

Dan yang nangkap esensi itu malah orang Malaysia, Mahatir Muhammad. Bangsa Indonesia harus bangga dan berbangga hati karena yang akan datang adalah imperialism yang menguasai.

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s