analisis filsafat

Catatan Kecil Riset Amerika

Pada tahuGamping-20130321-00265n 1736, yang kala itu Amerika Serikat belum merdeka, ada seorang intelektual yang bernama John Harvard, yang mendirikan sekolah untuk para pembaca Bible dengan tradisi Protestan, secara ‘fasih dan benar’. John Harvard kemudian mengembangkan sekolah Reader Bible yang akhirnya berkembang pesat kemudian berubah menjadi Universitas Harvard. Lulusan Harvard pada saat itu difokuskan menjadi spiritual guild, dan menjadi seorang pemuka agama yang cerdas.  Alumni Harvard justru mengkritik keras sistem pemikiran Universiras Harvard karena terlalu bebas menafsirkan Bible. Akhirnya, para intelektual Harvard beralih untuk mendirikan sekolah Katolik yaang bernama Universitas Yale. Memang disadari bahwa Universitas Yale bernafaskan sistem pendidikan konservatif. Semenjak itu ‘letupan perang pemikiran’ makin dahsyat, sehingga terbukalah ruang kompetensi keilmuan.

Bagaimana dengan Riset di Amerika Serikat?

Tradisi riset di Amerika Serikat mulai bermunculan dengan gagasan Research University dan Teaching University. Kedua bentuk dari sistem riset ini di bawah community teaching yaitu dari United Nation University  yang berada di kota Tokyo, Jepang. United Nation University merupakan penjembatan tradisi riset di Amerika Serikat yang mana di bawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Tradisi riset tidak bisa dilepaskan dari apa yang namanya anggaran riset. Di Amerika kampus, kampus wajib memenuhi permintaan peneliti untuk basic keilmuan secara inovatif dan mandiri. Maka, pemerintah tidak membagikan anggaran pendidikan untuk riset, secara spontan kampus mencari dana riset sendiri yang didukung oleh industri dari hasil Corporate Social Responsibility. Berdasarkan data 2010, jika dilihat per fakultas di Harvard, maka Medical School memiliki endowment tertinggi, yaitu 3 miliar dolar atau 30 triliun rupiah, disusul oleh Business School (28 triliun), Law School (17 triliun), Public Health (12 triliun), dan Kennedy School (11 triliun). Fakultas lain tidak saya sebutkan karena ‘di bawah’ 10 triliun. Dengan dana sebesar ini, jangan heran bahwa sampai setidaknya 10 tahun ke depan, mau hujan badai perang petir atau negara lain berpacu, masih agak susah untuk menyundul. Pada tingkat universitas, untuk di US, urutan lima besar universitas dengan cadangan endowment tertinggi per mahasiswa adalah Princeton, Yale, Harvard, MIT, dan Stanford. Uang memang bukan segala-galanya. Tapi dengan uang yang cukup, apalagi endowment, maka pendidikan berkualitas menjadi lebih mudah. Jumlah endowment ini didata sangat rapi, karena biasanya endowment menunjukkan tingkat prestisius. Semakin prestis sebuah institusi, sumbangan yang diterima semakin banyak.

 

 

 

*Tulisan ini Merupakan Hasil Diskusi dengan Bapak Joko Murdianto, MA (Dosen Sastra Inggris UGM). Pondok Pesantren Aswaja Nusantara, Pojok Mlangi, Yogyakarta

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s