analisis filsafat

Dakwah Metafisika di Radio Buku

IMG-20131008-01005Berawal dari twitter yang iseng-iseng mem-follow Radio Buku, aku kemudian mencari tahu apa sih Radio Buku (@radiobuku) itu. Timeline yang tiap hari nongol dan nyari 24 jam update terus tak jemuh-jemuh memberikan ‘cuap-cuap’ berbagai hal tentang buku, dan pengetahuan baru, maupun yang sifatnya klasik. Aku janjian bersama kang Solahuddin, sesepuh filsafat yang mengabdikan dirinya pada masyarakat dengan cara jurnalistik untuk bertemu di Radio Buku. Akhirnya, aku bertandang ke markas Radio Buku pada saat sabtu malam (05/10/2013). Sebenarnya, sabtu malam atau malam minggu adalah waktunya pacaran, tapi aku gak pacaran (alasan ini sering dipakai agar tidak dikatakan jomblo). Bersama Haji Imam Wahyuddin, nuansa hangat di dalam udara dingin Yogyakarta, menghangatkan candaan kami, ditemani kretek dan segelas teh panas yang sangat nikmat di markas Radio Buku. Candaan kami makin hangat, ketika Kang Solah mengeluarkan humor-humor segar dan mendidik. Kami saling berbagi pengalaman, baik itu dari jurnalistik, maupun masalah ‘kewanitaan’.

IMG-20131008-01003Radio Buku adalah TBM (Taman Baca Masyarakat) yang memiliki visi dan misi yaitu mengembalikan minat membaca masyarakat. Radio Buku juga memiliki perpustakaan, yang didukung oleh buku-buku, jurnal, kliping koran yang cukup banyak. Pada saat itu juga aku memberikan beberapa karyaku sebagai sumbangsih pada keilmuan. Pada saat itu, Direktur Radio Buku, Fairuzul Mumtaz (Mas Firuz), yang sedang sibuk twitteran menyapa pemirsa dunia maya, menyela obrolan dan candaan kami. Mas Sidqi, “bukumu ini di launching di Radio Buku saja”. Kaget, terharu dan meminta untuk on air hari Selasa (09/102013) pukul 16.00 WIB. Tanpa pikir panjang, aku mengiyakan. Maklum, aku di kota Yogya, hanya menunggu wisuda Pascasarjana.

Tepat hari Selasa (09/10/2013) sore hari, aku menjemput kakanda Imam Wahyuddin di kosannya untuk menemaniku lagi. Dengan motor perjuanganku yang telah menjelajah Jawa-Tengah dan Jawa Timur ini kupacu dengan kencang “Broom Broooom”. Okey, sampainya aku di radio Buku, aku langsung duduk manis di warung kopinya. Tak lama, ada dua mahasiswi kampus Sanata Dharma menyapa, mungkin ia mengira aku pengurus Radio Buku. Akhirnya, aku panggilkan mas Firuz di dalam ruangan.  Dua Mahasiswi ini sedang riset tentang radio streaming. On air-ku tertahan satu jam. Sambil menunggu on air, aku menikmati kopi yang disuguhkan. Pukul 17.00 WIB, akhirnya aku on air. Tak banyak yang kubahas mengenai isi bukuku. Hanya poin-poin terpenting yang menurutku wajib disampaikan. Untuk mendengarkan rekaman suaraku, kuunggah di http://www.4shared.com/mp3/gn-6Qqqp/VN_20131008_00022.html

Sekian ya, Salam

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s