analisis filsafat, Analisis Politik

Refleksi Buku: Ilmu dan Kapital; Sosiologi Pengetahuan Pierre Bourdieu Karya M. Najib Yuliantoro

wp_20160921_11_16_15_pro1Penulis buku yang bernama M. Najib Yuliantoro adalah mahasiswa Pra- Doktoral di Jurusan Filsafat dan Moral di Vreij Universiteit Brussels. Alumnus sarjana dan pascasarjana di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada ini sejak menjadi mahasiswa Filsafat UGM sudah menikmati filsafat ilmu. Karya yang berjudul Ilmu dan kapital; Sosiologi Pengetahuan Pierre Bourdieu, diterbitkan oleh Penerbit Kanisius pada tahun 2016 memberikan wacana kontemporer dengan analisis sosiologi ilmu.

Pierre Bourdieu, bagi penikmat filsafat bukanlah sosok yang asing. Pemikiran Bourdieu sudah banyak ditulis oleh pemikir luar negeri, dan dari dalam negeri ada Dr. Haryatmoko. Najib memberikan pandangan baru terutama yang saya tangkap adalah dari etika kemanusiaan. Nah, pada fokus pada etika kemanusiaan atau etika emansipasi, penulis memberikan argumentasi yang sangat relevan pada keilmuan, terutama pada scientific research. Bagi Bourdieu dan Najib, Ilmu pengetahuan tidak independen dan penuh kepentingan. Alasan utama adalah bagi peneliti membutuhkan modal untuk riset. Dan modal riset mayoritas diberikan oleh sponsor dari pemodal. Tentu ini ini menjadi kepentingan pemodal yang utama (misalnya untuk pengembangan produksi). Secara kasar, pemodal memberikan “titipan riset” kepada peneliti demi laba. Yang perlu ditekankan adalah apakah semua riset “titipan” ini memberikan ruang kemanusiaan?.

Ada tiga pokok yang dijadikan dominasi; Ilmiah, Politik dan Ekonomi. Pada posisi Ilmiah, adalah peneliti dan akademisi yang menjadi motor ilmu pengetahuan, Politik pada posisi pemerintah sebagai supra struktur dan kuasa (dalam bahasa Marxian), dan Ekonomi sebagai roda negara.

Apa yang diinginkan Najib adalah prinsip emansipatoris pada pada dasar ilmu dan emansipatoris para ilmuan yaitu melepaskan faktor kepentingan borjuasi, yang sifatnya ekspoitasi, dengan alasan faktor yang mempengaruhi watak tersebut bukan hanya dari basis ontologi ilmu, akan tetapi juga relasi yang kuat dengan subjek-subjek ilmuan yang miskin terhadap kesadaran emansipatoris.

 

Salam Hangat

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s